Free Angel ani Cursors at www.totallyfreecursors.com

Rabu, 20 Maret 2013

Legenda Tanjung Lesung

Nih ya temen temen...
Walaupun Kpopers tapi harus tetap cinta sama negara sendiri...

Kali ini Aku mau kasih cerita dari negaraku tercinta "Indonesia",
khususnya Banten (hehe karena aku dari Banten)
Dibaca Yaa..

Legenda Tanjung Lesung


Tanjung Lesung adalah sebuah nama kampung di daerah Pandeglang, Provinsi Banten. Kampung ini terletak disebuah tanjung. Menurut cerita kampung ini dinamakan Tanjung Lesung karena sebuah peristiwa yang terjadi di daerah itu pada masa silam. Peristiwa  apakah yang menyebabkan kampung ini dinamakan Tanjung Lesung ?, Ikuti kisahnya berikut ini !!
Alkisah, di pesisir laut selatan pulau Jawa, ada seorang pengembara bernama Raden Budog. Ia adalah seorang pemuda yang tampan dan gagah perkasa.
Suatu siang, seusai mandi di pantai, Raden Budog beristirahat dibawah sebuah pohon ketapang yang rindang. Buaian angin pantai yang sejuk membuat pemuda begitu cepat terlelap. Dalam tidurnya, ia bermimpi mengembara ke utara dan bertemu dengan seorang gadis cantik jelita.
Sejak peristiwa itu, hati Raden tidak tenang. Karena penasaran, ia pun memutuskan pergi mengembara ke utara untuk mencari gadis impiannya.
           
            Setelah berhari-hari, Raden  pun sampai di Pantai Cawar. Ia segera membasuh badannya di muara sungai yang ada di sekitar pantai. Baru saja Raden Budog merebahkan tubuhnya, tiba-tiba terdengar bunyi lesung dari seberang sungai.
Raden yakin kalau diseberang sungai itu terdapat kampung. Akhirnya ia menyeberangi sungai itu dan masuk ke kampung tersebut untuk mencari sumber bunyi lesung.
Di kampung itu, Raden melihat gadis-gadis yang sedang memainkan lesung atau ngagondang. Salah satunya adalah Sri Poh Haci yang merupakan pemimpin dari gadis-gadis yang bermain lesung . Betapa senangnya hati Raden karena gadis yang ia cari kini sudah ia temukan.

            Raden Budog pun mengikuti Sri Poh Haci untuk mengetahui tempat tinggal gadis yang ia cari itu. Sesampainya di rumah, Sri Poh Haci langsung menceritakan kepada ibunya (Nyi Siti) tentang pemuda tampan yang mengamatinya sejak tadi.
Tiba-tiba, Raden Budog datang dan meminta kepada Nyi Siti untuk diperbolehkan menginap di rumahnya. Namun Nyi Siti keberatan karena sikap Raden Budog yang menurutnya lancang ingin menginap dirumahnya. Raden Budog pun merasa kesal karena permintaannya ditolak.

            Rupanya, diam-diam Sri Poh Haci Jatuh Cinta kepada Raden. Setelah beberapa hari tinggal di kampung tersebut, Raden Budog dan Sri Poh Haci semakin akrab. Mereka berdua berhasil menjalin kasih dan bersepakat untuk menikah.
Awalnya Nyi Siti tidak setuju jika Sri Poh Haci menikah dengan Raden Budog yang tidak jelas asal-usulnya. Namun, karena tidak mau anaknya kecewa, Nyi Siti pun terpaksa merestui pernikahan mereka.

            Setelah menikah dengan Sri Poh Haci, Raden Budog pun  menjadi gemar bermain lesung sampai lupa waktu. Saking senangnya ia tetap bermain lesung walaupun pada hari jumat. Padahal bermain lesung pada hari jumat sangat dipantangkan / dilarang karena hari jumat adalah hari keramat.

            Sudah berkali-kali Sri Poh Haci dan para tetua kampung mengingatkan Raden Budog. Namun, Raden Budog yang keras kepala itu tidak menghiraukannya.
Perilaku Raden Budog semakin menjadi-jadi, ia terus menabuh lesung sambil melompat-lompat ke sana ke mari seperti lutung.

            Rupanya, Raden tidak menyadari kalau dirinya telah berubah menjadi lutung. Warga kampung berteriak dan mengejar Raden Budog. Raden Budog pun lari terbirit-birit masuk ke dalam hutan. Sejak saat itu Raden Budog menjadi lutung dan tidak pernah lagi ke wujud aslinya sebagai manusia.

            Sementara itu, Sri Poh Haci merasa sangat malu atas peristiwa tersebut. Ia pun pergi dari kampung halamannya dan hilang entah kemana.
Untuk mengenang kemahiran Sri Poh Haci bermain lesung, penduduk setempat menyebut kampung itu dengan nama Kampung Lesung. Karena berlokasi di sebuah Tanjung, maka kampung itu diberi nama Tanjung Lesung. ( Menurut cerita, Sri Poh Haci telah menjelma menjadi Dewi Padi )
           
            Pesan Moral :

Orang keras yang keras kepala seperti Raden Budog akan menanggung akibat dari sifat itu. Karena sifat keras kepalanya dan tidak mau mendengar nasihat tetua kampung untuk bermain lesung pada hari jumat yang  dikeramatkan, akibatnya Raden Budog pun menjelma menjadi seekor Lutung.
Maka dari itu kita harus mendengarkan nasihat orang lain (dengan mempertimbangkannya) , apalagi orang tua karena pada dasarnya nasihat itu diberikan agar kita tidak tersesat dalam menjalani kehidupan ini.

Tidak ada komentar: